PEMBINAAN KEKUATAN MILITER

Dalam majalah PATRIOT edisi khusus no. 21 Oktober 2006, Mayjen TNI Dadi Susanto yang menjabat Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Departemen Pertahanan Republik Indonesia mengemukakan mengenai pentingnya menyiapkan TNI yang professional dan dedikatif dari Prespektif Pertahanan Negara.
Keberadaan angkatan bersenjata suatu Negara merupakan salah satu aspek yang penting dalam memelihara kredibilitas suatu negara dalam melindungi kawasan nasionalnya dari berbagai bentuk gangguan dan ancaman baik yang datang dari dalam maupun luar negeri. Selain perlu adanya organisasi yang efektif dan efisien dan diisi oleh personil yang cakap, juga dilengkapi dengan peralatan yang sesuai dengan jamannya.
Personil angkatan bersenjata dalam setiap tingkatan komando telah dipersiapkan dari mulai tahap seleksi rekrut sampai pada tahap pendidikan dari tingkat awal sampai tingkat lanjut. Sementara untuk peralatan dipersiapkan secara matang dan diperhitungkan secara cermat agar aplikatif dengan lingkungan geografis, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dukungan anggaran yang tersedia.
Guna memudahkan pengorganisasian personil dan peralatan maka dibuat suatu batasan yang disebut TOP (Tabel Organisasi dan Peralatan) dan DSPP (Daftar Susunan Personil dan Peralatan) yang akan menjadi tolok ukur organisasi dari tingkat paling bawah sampai yang tertinggi.

Pra-reformasi Mabes TNI telah mencanangkan postur TNI diarahkan untuk menjadi kekuatan yang Profesional Efisien Efektif dan Moderen (PEEM). Kekuatan yang tidak terlalu besar dengan daya pukul yang efeftif didukung dengan perlengkapan peralatan yang moderen.
Untuk menuju tujuan tersebut telah dipersiapkan perangkat lunak yang akan menjadi panduan tercapainya skema kekuatan PEEM tersebut. Personil dipersiapkan dengan strata pendidikan yang lebih tinggi, tidak saja menyangkut lingkup pengetahuan militer, tetapi juga aspek kurikulum sipil dengan mengikuti perkuliahan diberbagai universitas dan berbagai disiplin ilmu.
Pendidikan tingkat lanjut baik berupa kursus maupun pendidikan dan latihan untuk keahlian diberikan kepada setiap prajurit militer, antara lain Military Occupational Specialties (MOS), kursus singkat kejuruan sampai ketingkat Sekolah Staf dan Komando. Namun sayangnya jenjang pendidikan ini kurang mendapat apresiasi dalam sistem pemberian tunjangan dalam peng-gaji-an, yang sesungguhnya dapat memacu semangat prajurit.